<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.:PMDH Online:.</title>
	<atom:link href="http://pmdh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pmdh.wordpress.com</link>
	<description>Pengurus Masjid Darul Hafidh SMA Negeri 1 Pemalang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Feb 2011 14:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pmdh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.:PMDH Online:.</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pmdh.wordpress.com/osd.xml" title=".:PMDH Online:." />
	<atom:link rel='hub' href='http://pmdh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berlindungnya Rasulullah SAW dari Lima Perkara</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/berlindungnya-rasulullah-saw-dari-lima-perkara/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/berlindungnya-rasulullah-saw-dari-lima-perkara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 14:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya Rasul kita yang mulia Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah merupakan uswah, teladan kita dalam kehidupan kita. (Verily in the messenger of Allah ye have a good example for him who looketh unto Allah and the last Day, and remembereth Allah much) “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=324&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya Rasul kita yang mulia Muhammad <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> adalah merupakan uswah, teladan kita dalam kehidupan kita.</p>
<p><em>(Verily in the messenger of Allah ye have a good example for him who looketh</em><em> u</em><em>nto Allah and the last Day, and remembereth Allah much</em>)</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan dihari kiamat dan banyak mengingat Allah.” (Qs. Al-Ahzab : 21)</em></p>
<p>Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> mengajarkan kepada umatnya perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allah dan mempraktekkannya agar umatnya dapat mengamalkannya. Diantaranya adalah do’a setelah tasyahud akhir sebelum salam. Do’a itu senantiasa Rasulullah ajarkan kepada umatnya agar senantiasa dibaca setiap sebelum salam. Begitu pentingnya hal ini sehingga disunnahkan setiap kali shalat untuk berdo’a memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu :</p>
<p>“<em>Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.</em>” (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p>Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> menganjurkan kepada umat beliau untuk memohon perlindungan dari empat perkara<span id="more-324"></span> ini disetiap kali kita sholat dan diulang-ulang setiap harinya. Hal ini menunjukkan betapa penting dan agungnya do’a ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertama, Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> berlindung dari azab Jahannam.</strong></p>
<p>جَهَنَّمَ عَذَابِ مِنْ بِكَ أَعُوْذُ إِنِّيْ اَللَّهُمَّ</p>
<p>Jahannam, ia adalah merupakan tempat kembali seburuk-buruknya tempat kembali. Neraka Jahannam yang disebutkan oleh Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> memiliki panas 70 kali lipat dari api dunia. Hal itu telah digambarkan oleh Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, “<em>(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam.</em>” Para sahabat bertanya, “<em>Demi Allah, api dunia itu sudah cukup wahai Rasulullah!</em>” Beliau <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, “<em>sesungguhnya panasnya api neraka melebihi panas api dunia sebanyak enam puluh kali lipat</em>.” (HR. Muslim no. 2843)</p>
<p>Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> kemudian menyebutkan betapa seramnya azab neraka. Penduduknya dijadikan berbadan sebesar-besarnya sampai-sampai Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> mengabarkan bahwasanya gigi penduduk neraka sebesar Gunung Uhud. Yang demikian itu agar penduduk neraka lebih merasakan azab.<br />
Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘<em>Jarak antara kedua pundak orang kafir (di neraka) seperti jarak orang yang menaiki kendaraan dengan cepat selama tiga hari.</em>‘ (HR. Bukhori : 5661, Muslim : 2582).</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “(Besar) gigi geraham orang kafir atau gigi taringnya (di neraka) seperti gunung uhud, dan tebal kulitnya sejarak perjalanan tiga hari.” (HR. Muslim : 2851).</p>
<p>Kulit mereka yang begitu tebal dibakar dengan api yang menyala-nyala hingga kulit itupun hangus. Dan apabila kulit itu hangus lalu Allah akan menggantinya dengan kulit yang lain.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>“<em>Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan kedalam neraka. Setiap kulit tubuh mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</em> (Qs. An-Nisa : 56)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kedua, Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> berlindung dari azab kubur.</strong></p>
<p>الْقَبْرِ عَذَابِ وَمِنْ</p>
<p>Azab kubur merupakan kehidupan akhirat yang pertama kali. Azab kubur adalah penentuan bagi seorang hamba. Maka sudah sepatutnya kita berlindung dari adzab kubur. Dan sudah sepatutnya pula kita berlindung kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> sambil kita menjauhi perkara-perkara yang dapat menyebabkan kita diazab didalam kubur. Disebutkan didalam hadits, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> berkata kepada Jibril dan Mikail <em>‘alaihissalam</em> sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang,</p>
<p><em> “Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab,”Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tungku, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ketiga, Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> berlindung dari fitnah kehidupan dan sesudah kematian.</strong></p>
<p>وَالْمَمَاتِ الْمَحْيَا فِتْنَةِ مِنْ بِكَ وَأَعُوْذُ</p>
<p>“<em>Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati</em>”</p>
<p>Fitnah hidup berupa syubhat dan syahwat. Seorang hamba diuji oleh Allah dengan syubhat(kesesatan pemahaman) dan syahwatnya. Ujian berupa fitnah syubhat merupakan seberat beratnya ujian bagi seorang hamba karena hal itu bisa merusak agamanya. Rasulullah <em>shalallaahu ‘alaihi wasallam</em> saja berlindung dari fitnah-fitnah tersebut. Beliau berlindung kepada Allah agar tidak dijadikan musibah dalam agamanya. Beliau <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> pun berdo’a,</p>
<p>وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا</p>
<p>“(Wahai Allah) ,dan janganlah engkau jadikan musibah menimpa agama kami.” (HR. at-Tirmidzi)</p>
<p>Karena sessungguhnya ini adalah seburuk-buruk musibah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Keempat, Rasulullah </strong><em><strong>shalallahu ‘alaihi wasallam</strong></em><strong> berlindung dari keburukan fitnah masihud Dajjal.</strong></p>
<p>Dajjal, makhluk yang akan datang di akhir zaman yang diberikan oleh Allah sebagai fitnah yang besar kepada manusia. Sampai-sampai kata Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em>, tidak ada seorang pun nabi, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya Dajjal.<strong></strong></p>
<p>Dari Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>,</p>
<p>“<em>Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata, ‘Aku memperingatkan kalian darinya, tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya. Ketahuilah dia itu buta sebelah, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.”</em> (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim no. 2930)</p>
<p>Dajjal adalah fitnah yang sangat besar. Bagaimana tidak, Dajjal mengaku sebagai rabb.</p>
<p>Rasulullah <em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em> menyebutkan tentang kisah seorang pemuda yang dibunuh oleh Dajjal. Dalam riwayat Imam Muslim (2938) dari hadits Abu Sai’id al-Khudri terdapat kisah menarik tentang pertarungan antara Dajjal dengan seorang mukmin, ringkasnya:<br />
<em>Ada seorang pemuda beriman datang kepada Dajjal seraya berkata padanya, “Wahai manusia, ini adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah dalam haditsnya!”</em><em><br />
</em><em>Dajjal berkata, ” Apakah kamu beriman padaku?”</em><br />
<em>Jawab pemuda itu, “Kamu adalah pendusta”.</em><br />
<em>Pemuda itu kemudian digergaji sehingga terbelah menjadi dua, lalu Dajjal melewati dua potongan badannya kemudian menyuruhnya berdiri.</em><br />
<em>Pemuda itupun berdiri lagi seraya berkata, “Saya malah bertambah mantap tentang dirimu bahwa engkau adalah Dajjal yang dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam</em>!”.<br />
Setelah itu, Dajjal ingin membunuhnya tetapi tidak bisa”.</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa orang yang memahami ilmu agama, <em>insyaa Allaah</em> dia akan diselamatkan dari fitnah Dajjal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dan terakhir, Rasulullah </strong><em><strong>shalallahu ‘alaihi wasallam</strong></em><strong> berdo’a memohon perlindungan dari perbuatan dosa dan hutang.</strong></p>
<p>وَالْمَغْرَمِ الْمَأْثَمِ مِنْ بِكَ أَعُوْذُ إِنِّيْ اَللَّهُمَّ</p>
<p>Dosa dan hutang, terkadang seorang hamba menganggapnya kecil dan remeh, padahal itu akan dibayar dengan amalan di akhirat kelak. Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>الدَّيْنَ إِلاَّ ذَنْبٍ كُلُّ لِلشَّهِيدِ يُغْفَرُ</p>
<p><em>“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.”</em> (HR. Muslim no. 1886)</p>
<p>Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.”</em> (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih. Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan Keras Mengenai Hutang.”)</p>
<p>Maka dari itu, janganlah seorang hamba bermudah-mudah untuk berhutang. Dan jangan pula seorang hamba berbuat zhalim dengan tidak membayar hutang. Sesungguhnya hutang itu akan dibayar di akhirat, bukan dibayar dengan dinar, bukan dibayar dengan rupiah, bukan dibayar dengan dirham, akan tetapi akan dibayar dengan amalan kita. Padahal amalan kita adalah modal utama menuju surga.</p>
<p><em><br />
</em><em>Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=324&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/berlindungnya-rasulullah-saw-dari-lima-perkara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zero to Hero</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/zero-to-hero/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/zero-to-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 14:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Dan apa yang dikehendaki pasti akan terjadi , karena sesungguhnya perkataan “seandainya akan membuka perbuatan setan” Rasullullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi anusia yang lainnya” “Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya” “Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya” “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=320&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Dan apa yang dikehendaki pasti akan terjadi , karena sesungguhnya perkataan “seandainya akan membuka perbuatan setan”</li>
<li>Rasullullah saw bersabda:</li>
</ul>
<p>“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi anusia yang lainnya”</p>
<p>“Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya”</p>
<p>“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya”</p>
<p>“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya kepada<span id="more-320"></span> orang lain”</p>
<ul>
<li>Perbaikilah dirimu kemudian serulah orang lain kepada kebaikan karena orang yang tidak memiliki sesuatu, maka ia pun tidak bisa memberikannya kepada orang lain.</li>
<li>Janganlah engkau bergaul dengan orang bodoh, karena ia akan memanfaatkan dirimu demi bahayamu</li>
<li>Janganlah bersahabat dengan seorang pendusta, karena ia akan mendekatkan yang jauh dan menjauhkannya yang dekat padamu.</li>
<li>Janganlah engkau bersahabat dengan orang bakhil, karena ia akan mengabaikan kamu saat kamu membutuhkannya.</li>
<li>Dan ingatlah engkau bergaul dengan orang yang suka melakukan dosa, karena ia akan menjadi dirimu dengan harga yang murah.</li>
<li>“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.</li>
<li>Iman yang sempurna tidak berdiri sendiri tetapi selalu terkait dengan ibadah, amal sahih dn akhlak.</li>
<li>“Dihampiri jalan menuju surga dengan perkara2 sakit (yang dibenci) dan dihampiri jlan menuju neraka yang syahwat (keindahan yang melenakan)</li>
<li>“Kehidupan dunia ini tiada lain hanya permainan dan hiburan, sedang tempat di akhirat itulah hidup yang sebenarnya, andaikan mereka mengetahui”</li>
<li>Perbaharuilah selalu imanmu <strong><em>dengan laa ilaaha illallah.</em></strong></li>
<li>Perbaharuilah amalmu dengan keikhlasan</li>
<li>Perbaharuilah semangat dengan doa dan munajat</li>
<li>Perbaharuilah akhlak dengan pembersihan jiwa</li>
<li>“senyummu untuk saudaramu itu adalah sadaqah”</li>
<li>“innamal a’malu binniyat&#8230;.” ibadah dan perbuatan tergantung niatnya.</li>
<li>Agar sah dan sempurna aktifitas jangan lipa  selalu berniat, jangan lupa untuk selalu menyandarkan segala aktifitas dengan asma Allah. Dengan sandaran besar inilah amal2 kita yang biasa menjadi luar biasa. Misal mengucap bismillah&#8230; dengan asma Allah, berarti kita memiliki “the great oriented” punya orientasi yang besar karena bersandar pada yang Maha Besar.</li>
<li>Janganlah kamu remehkan kebaikan sekecil apapun.
<ul>
<li>Apa yang ada jarang disyukuri</li>
<li>Apa yang tiada sering dirisaukan</li>
<li>Dunia ibarat air laut</li>
<li>Di minum hanyamenambah haus</li>
<li>Memiliki visi yang jelas sebuah keharusan agar langkah2nya terukur, agar memperpanjang umur, agar amal salihnya subur menjadikan kehidupan ya teratur.</li>
<li>“Kenyataanya hari ini adalah hasil dari impian kita kemarin, kenyataan esok hari ditentukn oleh impian hari ini”</li>
<li>“Seorang mukmin yang kuat lebih  baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah dan pada diri masing2 keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh2lah dalam masih apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah. Jika sesuatu menimpamu maka janganlah kamu mengatakan “Seandainya melakukan begini niscaya akan begini dan begini” akan tetapi katakanlah “Allah mentakdirkan hal itu”</li>
<li><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Dunia adalah setitik air di tengah lautan</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Lebih hina dari bangkai kambing kuper</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Penjara mukmin dan surga bagi kaum kafir</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Ibarat sayap nyamuk</span></em></strong></li>
<li><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Telaknat kecuali dzikrullah</span></em></strong></li>
<li><strong><em>Hiduplah didunia laksana musafir</em></strong></li>
<li><strong><em>Menatap orang yang berada di bawah</em></strong></li>
<li><strong><em>Siapkan bekal kematian</em></strong></li>
<li><strong><em>“Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya sendiri dan mempersiapkan amal untuk bekal  sesudah mati dan orang yang bodoh adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah”</em></strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=320&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2011/02/10/zero-to-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adab Membaca Al-Qur’an</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2011/01/21/5-tingkatan-sumber-rezeki-menurut-islam/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2011/01/21/5-tingkatan-sumber-rezeki-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 12:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Untuk itulah tiada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=314&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, yang artinya: <em>“Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”</em> (HR: Bukhari)</p>
<p>Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan<span id="more-314"></span> pahala dalam membaca Al-Qur’an:</p>
<p><strong>Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.</strong><strong><br />
</strong>Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, <em>“Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.”</em> (<em>At-Tibyan</em>, hal. 58-59)</p>
<p><strong>Membacanya dengan pelan (</strong><em><strong>tartil</strong></em><strong>) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.</strong><strong><br />
</strong>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, yang artinya:<em>“Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.”</em> (HR: Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)</p>
<p>Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR: Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.</p>
<p><strong>Membaca Al-Qur’an dengan </strong><em><strong>khusyu’</strong></em><strong>, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.</strong><strong><br />
</strong>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, <em>“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”</em> (QS: Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.</p>
<p><strong>Membaguskan suara ketika membacanya.</strong><strong><br />
</strong>Sebagaimana sabda Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, yang artinya: <em>“Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.”</em> (HR: Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, yang artinya: <em>“Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.”</em> (HR: Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang <em>makhroj</em> hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.</p>
<p><strong>Membaca Al-Qur’an dimulai dengan </strong><em><strong>isti’adzah.</strong></em><strong><em><br />
</em></strong>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya, <em>“Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.”</em> (QS: An-Nahl: 98)</p>
<p>Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara <em>khusyu’</em>.</p>
<p>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihiwasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).”</em> (HR: Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). <em>Wallohu a’lam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/314/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/314/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=314&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2011/01/21/5-tingkatan-sumber-rezeki-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU HANYA INGIN SHALAT</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2010/11/07/aku-hanya-ingin-shalat/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2010/11/07/aku-hanya-ingin-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 01:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Salim, nama anak itu. Rumahnya di dekat masjid. Hampir setiap hari ia selalu bermain di halaman masjid yang memang lumayan luas. Sebenarnya umurnya jauh lebih tua dariku, mungkin saat ini sudah menginjak 25 tahun, namun ia tidak tumbuh layaknya pemuda normal. Kelainan mental yang dideritanya sejak bayi membuatnya masih seperti anak kecil. Malangnya, nama Salim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=304&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salim, nama anak itu. Rumahnya di dekat masjid. Hampir setiap hari</p>
<p>ia selalu bermain di halaman masjid yang memang lumayan luas. Sebenarnya umurnya jauh lebih tua dariku, mungkin saat ini sudah menginjak 25 tahun, namun ia tidak tumbuh layaknya pemuda normal. Kelainan mental yang dideritanya sejak bayi membuatnya masih seperti anak kecil.</p>
<p>Malangnya, nama Salim sering dipakai ibu-ibu untuk menakuti anak-anaknya yang bandel. Padahal sampai saat ini <span id="more-304"></span>tak pernah ada seorangpun yang disakitinya. Setiap pagi Salim membantu Jidan, pemuda penjaga masjid, untuk memunguti daun-daun yang gugur di halaman, tak jarang pula ia ikut membuang sampah itu ketempat pembuangan di samping masjid. Seperti dua orang sahabat, Jidan selalu bahagia dibantu olehnya, meski tak banyak yang bisa ia kerjakan.</p>
<p>Ketika selesai dengan tugas mereka, Jidan menghidangkan teh panas dan beberapa gorengan untuk sarapan mereka berdua. Tak ada kata malu, jijik atau apalah dalam hati Jidan ketika sarapan bersamanya. Dengan tulus Jidan menyayanginya, tanpa melihat keadaan fisik Salim. &#8220;Dia makhluk Allah, Wi. Dan bukan keinginannya untuk berada dalam kondisi itu.&#8221; katanya suatu hari ketika kutanya tentang sikapnya yang agak &#8220;berbeda&#8221; dengan orang lain. Saat hari beranjak siang, Jidan bersiap-siap ke kampus, sementara Salim telah pulang karena dipanggil ibunya untuk mandi. Selesai mandi, ia pun kembali datang ke masjid, mendapati Jidan tidak ada, tampak kecewa dari raut wajahnya. Dan dia pun kembali bermain dengan kesunyiannya di teras masjid.</p>
<p>Adakalanya dia diusir oleh jamaah, mereka tak ingin masjid kotor, karena Salim tidak menggunakan sandal. Jika itu terjadi, Jidan pun memanggilnya agar ia masuk lewat belakang saja.</p>
<p>&#8220;Aku heran, mengapa orang harus mengusir Salim dari teras masjid ini, toh dia hanya duduk di situ, tidak menginjakkan kakinya ke masjid.&#8221; katanya suatu hari padaku usai seseorang mengusir Salim.<br />
&#8220;Jidan, mereka takut Salim masuk dengan kaki yang kotor.&#8221; kataku.<br />
&#8220;Wi, ini rumah Allah, setiap manusia berhak untuk memasukinya, tak peduli apakah itu kita atau Salim, masjid ini takkan pernah kotor dihadapan Allah, karena dimasuki oleh orang yang membersihkannya, tapi justru kan terkotori dengan sikap kita yang mencemooh makhluk ciptaanNya, lagi pula kita tak pernah tau, apakah kita lebih baik dihadapan Allah ketimbang Salim &#8216;kan??? Mungkin kita malah jauh lebih hina.&#8221; katanya padaku.</p>
<p>Ya, aku rasa dia benar, mungkin dalam sebulan aku hanya sekali memunguti sampah-sampah di halaman masjid ini, ketika ada kerja bakti remaja masjid, tapi Salim&#8230;&#8230;.</p>
<p>Ya Allah maafkanlah aku yang tak pernah menghargainya, maafkan aku Salim.</p>
<p>&#8220;Bunda, Wia pergi dulu ya!!!&#8221; kataku seraya mencium tangan bunda.<br />
&#8220;Mau kemana, Wi?&#8221; tanya bunda.<br />
&#8220;Wia mau ke masjid, ada beberapa ketikan yang belum Wia selesaikan untuk Buletin Ummat.&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya, Wi.&#8221; sahut bunda.<br />
&#8220;Iya bunda, lagipula kan ada mas Raffi, nanti kita pulang bareng deh.&#8221; kataku mengingatkan bunda kalau disana juga ada kakakku.<br />
&#8220;Iya, tapi bilang juga sama mas mu, pulangnya jangan malam-malam, besokkan masih harus kuliah.&#8221; timpal bunda.<br />
&#8220;Iya, bunda sayang, udah ya bunda, assalamu&#8217;alaikum.&#8221; ucapku sambil ke luar rumah menuju mesjid.<br />
&#8220;Wa&#8217;alaikumussalam.&#8221; jawab bunda pelan.</p>
<p>&#8220;Uh, bahannya masih kurang akurat, nih.&#8221; kataku seraya menyodorkan beberapa kertas ulasan berita pada Fatimah.<br />
&#8220;Apanya yang kurang akurat dek?&#8221; mas Raffi mulai sebel padaku, yang dari tadi sewot dengan berita-berita yang ia sodorkan.<br />
&#8220;Iya dong, masa&#8217; jumlah korban, dan kerugian yang diakibatkan penyerangan sepihak AS terhadap Fallujah nggak ada.&#8221; protesku.<br />
&#8220;Ya ampun dek, namanya juga nyari berita di internet, iya gitulah keadaannya&#8230;&#8230;&#8221;. kakakku balas menjawab.<br />
&#8220;Iya Wi, apalagi media penyiaran &#8216;kan didominasi sama AS dan Yahudi, nggak bisa lagi, nyari yang bener-bener akurat, sekarang hanya gimana kita bisa menginformasikan apa yang terjadi di Fallujah kepada jamaah di sini.&#8221; timpal Jidan. &#8220;Iya deh, kalau emang gitu.&#8221; kataku menyerah, Fatimah dan beberapa teman redaktur lainnya hanya tersenyum melihatku yang masih agak sewot. Akhwat yang satu ini emang terkenal tenang, nggak seperti aku yang suka nyerocos.</p>
<p>&#8220;Yup, akhirnya selesai juga, tinggal diterbitkan dan semuanya beres.&#8221; ujarku. Mas Raffi, Jidan dan Fatimah senyum-senyum melihat tingkahku.<br />
&#8220;Dasar!!! paling cepet marahnya, eh paling cepet juga senengnya.&#8221; ujar mas Raffi seraya memencet hidungku.<br />
&#8220;Biarin.&#8221; jawabku sekenanya.<br />
&#8220;Udah yuk, kita pulang sekarang.&#8221; ajak Fatimah.<br />
&#8220;Iya, besok Wia ada ulangan, yuk mas.&#8221; kutarik tangan mas Raffi keluar dari sekretariat remaja masjid. Kami bersama-sama berjalan di teras masjid yang beberapa lampunya telah dipadamkan oleh Jidan, ia pun ikut mengantar kami pulang sampai ke pintu depan.</p>
<p>Eh, tumben ya! Udah malam begini masih ada yang shalat.&#8221; ujar Yesi sambil menunjuk ke dalam masjid.<br />
&#8220;Mana, Yes?&#8221; ucapku.<br />
&#8220;Eh iya.&#8221; sambung mas Raffi. Dalam keremangan cahaya kulihat sosok gempal sedang berdiri tegak dengan tangan yang dilipat kedepan. Tapi Yesi benar, tumben ada orang yang masih shalat malam-malam begini, kulirik jam tangan ku, 09.50 malam. Penasaran kami memperhatikannya, apalagi gerakan shalatnya terlihat aneh dimataku, dan&#8230;???</p>
<p>Ow ow&#8230; semua terperangah, hanya Jidan yang tersenyum tipis.</p>
<p>Subhanallah&#8230; Itu kan Salim. Semua terpesona melihatnya. Ada getaran aneh yang memasuki relung hati kami. Terlintas betapa egoisnya kami yang selama ini menganggap ibadah dan Islam hanya milik orang yang sehat jasmani dan rohani. Malam ini telah Allah tunjukkan bahwa Salim juga salah satu pemegang panji perjuangan Islam, paling tidak dia salah seorang yang telah menegakkan tiang agama.</p>
<p>Tak terasa dia pun selesai dan kaget mendapati kami sedang memperhatikannya. Dia tersenyum, mulai menggerakkan bibir dan tangannya, menunjuk ke arah tempat wudhu, entah apa artinya.</p>
<p>&#8220;Katanya, kakiku tidak kotor, aku sudah mecucinya dan berwudhu, aku hanya ingin shalat.&#8221; ujar Jidan menterjemahkan. Dia mengangguk dan tersenyum.</p>
<p>&#8220;Iya, kamu boleh shalat kok, kapan aja.&#8221; ujar Chika menahan haru.</p>
<p>Ya Allah&#8230; Aku menangis, terasa sesak dadaku mengingat keegoisanku dan semua orang padanya. Bukankah dia hanya ingin shalat??? Dan bukankah dia juga bagian dari kita disini???</p>
<p>Oh Salim, teruslah shalat, dan teruslah tegakkan tiang agama ini, karena orang yang normal belum tentu melakukannya. Benar kata Jidan, kita belum tentu lebih baik darinya.</p>
<p>Malam itu kami semua pulang dengan berjuta perasaan, ada haru, ada malu, dan pasti ada rasa syukur, karena Allah memberikan kami Salim yang senantiasa dapat memotivasi kami untuk lebih baik dihadapan sang Khalik. Alhamdulillah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=304&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2010/11/07/aku-hanya-ingin-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keagungan Niat</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/keagungan-niat-2/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/keagungan-niat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 14:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang yang kaya raya, yang rajin beribadah, dan beramal saleh. Meski kaya raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadah, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, dan tetangga-tetangganya yang miskin dan kekurangan, serta bebrbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan bahan pangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=297&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang yang kaya raya, yang rajin</p>
<p>beribadah, dan beramal saleh. Meski kaya raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadah, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, dan tetangga-tetangganya yang miskin dan kekurangan, serta bebrbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan bahan pangan dari kebunnya yang berhektar-hektar kepada banyak orang yang kesusahan. Salah satu yang sering <span id="more-297"></span>dibantu adalah seorang tetangganya yang miskin.</p>
<p>Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal, si orang kaya inipun masuk surga. Secara tak terduga, di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.</p>
<p>“Apa kabar Sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu denganmu di sini,” ujar si Kaya.</p>
<p>“Mengapa tidak? Bukankah Allah memberikan surga pada siapa saja yang dikehendak-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?” jawab si Miskin.</p>
<p>“Jangan salah paham sobat. Tentu saja aku paham, Allah Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya miskin. Hanya aku ingin tahu, amalan apakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”</p>
<p>“Oh,sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalan membangun rumah ibadah, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya …”</p>
<p>“Bagaimana itu mungkin? Ujar si Kaya, heran. “Bukankah waktu di dunia dulu kaui sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kau harus berhutang kanan-kiri?”</p>
<p>“Apa yang engkau katakan memang benar,” Jawab si Miskin. “Hanya saja sewaktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Ya Allah! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat  membangun rumah ibadah, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, dan tetangga yang miskin dan kekurangan serta banyak amal lainnya. Tapi apapun yang Kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya.”</p>
<p>“Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Allah. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini,” lanjut si Miskin.</p>
<p>Si Kaya mengangguk-angguk tanda mengerti.</p>
<p>Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk kita</p>
<p>semua. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=297&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/keagungan-niat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Pantas Berharap Surga? Penulis: Bayu Gautama</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/apa-pantas-berharap-surga-penulis-bayu-gautama-2/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/apa-pantas-berharap-surga-penulis-bayu-gautama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 14:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=294&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: &#8220;Kalau tidak terlambat&#8221; atau &#8220;Asal nggak bangun kesiangan&#8221;. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?</p>
<p>Padahal Rasulullah dan para sahabat <span id="more-294"></span>senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.</p>
<p>Baca Qur&#8217;an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?</p>
<p>Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.</p>
<p>Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?</p>
<p>Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.</p>
<p>Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?</p>
<p>Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?</p>
<p>Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?</p>
<p>Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.</p>
<p>Astaghfirullaah &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=294&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2010/03/17/apa-pantas-berharap-surga-penulis-bayu-gautama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Merayakan Hari Valentine</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/hukum-merayakan-hari-valentine/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/hukum-merayakan-hari-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:23:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hari valentine]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[valentine`s day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari artikel sebelumnya: Sejarah Hari Valentine Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=282&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Lanjutan dari artikel sebelumnya:</p>
<p><a href="http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/sejarah-hari-valentine/" target="_blank">Sejarah Hari Valentine</a><img class="alignright" title="Hari Valentine ?" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4YHQDSBC7VH9nM" alt="Hari Valentine ?" width="170" height="170" /></p>
<p>Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “<em>Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.</em>” (HR. At-Tirmidzi).</p>
<p>Bila dalam merayakannya bermaksud untuk <span id="more-282"></span>mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah<strong> kafir</strong>. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu <strong>kemungkaran yang besar</strong>. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”</p>
<p>Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “<em>Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.</em>” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).</p>
<p>Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :<br />
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: <strong>Pertama</strong>: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. <strong>Kedua</strong>: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”</p>
<p>Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan <em>wala’ </em>dan <em>bara’ </em>( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.</p>
<p>Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,<br />
“<em>Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.</em>” (Al-Fatihah:6-7)</p>
<p>Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.</p>
<p>Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya:<br />
“<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”</em> (Al-Maidah:51)<br />
“<em>Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” </em>(Al-Mujadilah: 22)</p>
<p>Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.</p>
<p>Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: <strong>Perayaan ini adalah acara ritual agama lain!</strong> Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.</p>
<p>Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.<br />
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.</p>
<p>Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:<br />
“<em>Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.</em>” (Al-Hadits).</p>
<p>Allahu`alam.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=282&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/hukum-merayakan-hari-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:4YHQDSBC7VH9nM" medium="image">
			<media:title type="html">Hari Valentine ?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Hari Valentine</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/sejarah-hari-valentine/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/sejarah-hari-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari valentine]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>
		<category><![CDATA[valentine`s day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=280&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersib<a href="pmdh.wordpress.com"><img class="alignleft" title="Valentine`s day" src="http://z.about.com/d/chemistry/1/0/d/a/valentine.jpg" alt="bunga" width="262" height="157" /></a>uk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari.</p>
<p>Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian?<span id="more-280"></span></p>
<p><strong>SEJARAH VALENTINE’S DAY</strong><br />
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :<br />
“<em>Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers</em>.”</p>
<p>Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama –nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: <em>The Encyclopedia Britannica</em>,<em> sub judul: Christianity</em>). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari <strong>(lihat: </strong><em>The World Book Encyclopedia 1998</em><strong>)</strong>.</p>
<p><em>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine</em> menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.<br />
Menurut <em>versi pertama</em>, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.<br />
<em>Versi kedua</em> menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: <em>The World Book Encyclopedia, 1998</em>).<br />
Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: <em>The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998</em>).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “<em>Should Biblical Christians Observe It</em>?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut <strong>Syirik</strong>, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!</p>
<p>Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “<em>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya</em>” (Al Isra’ : 36).</p>
<p>Selanjutnya : <a href="http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/hukum-merayakan-hari-valentine/" target="_blank">Hukum Merayakan Hari Valentine</a></p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=280&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2010/02/10/sejarah-hari-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://z.about.com/d/chemistry/1/0/d/a/valentine.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Valentine`s day</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Ayat Quran Bukan 6666 Ayat?</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/12/jumlah-ayat-quran-bukan-6666-ayat/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/12/jumlah-ayat-quran-bukan-6666-ayat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 09:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah ayat Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Ustazd yang saya muliakan, Semoga selalu dalam naungan Allah Langsung saja saya ingin menanyakan jumlah keseluruhan ayat Al-Quran, kenapa dalam perhitungan ayat Al-Qur&#8217;an juga terjadi Khilafiyah ada yang mengatakan jumlah ayat Al-Qur&#8217;an 6666 ayat tapi ada juga yang berpendapat kurang dari pada 6666 ayat, Mohon diberikan penjelasan titik perbedaan tersebut. Terimakasih. Wajazakumullahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=275&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</em></p>
<p>Ustazd yang saya muliakan, Semoga selalu dalam naungan Allah</p>
<p>Langsung saja saya ingin menanyakan jumlah keseluruhan ayat Al-Quran, kenapa dalam perhitungan ayat Al-Qur&#8217;an juga terjadi Khilafiyah ada yang mengatakan jumlah ayat Al-Qur&#8217;an 6666 ayat tapi ada juga yang berpendapat kurang dari pada 6666 ayat, Mohon diberikan penjelasan titik perbedaan tersebut.</p>
<p>Terimakasih. Wajazakumullahu Khaira</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikum Waramahmatullahi Wabarakatuh</em></p>
<p>Abdullah</p>
<h2 id="jawaban">Jawaban</h2>
<p><em>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,<br />
</em><br />
Kami sendiri sampai hari ini masih <span id="more-275"></span>belum menemukan sumber asli yang mengatakan bahwa jumlah ayat Al-Quran itu benar-benar 6.666 ayat. Yang kami dapati adalah ragam pendapat yang mengatakan jumlahnya kurang dari itu.</p>
<p>Para ulama sepakat mengatakan bahwa jumlah ayat Al-Quran lebih dari 6.200 ayat. Namun berapa ayat lebihnya, mereka masih berselisih pendapat.</p>
<p>Menurut  Nafi&#8217; yang merupakan ulama Madinah, jumlah tepatnya adalah 6.217 ayat. Sedangkan Syaibah yang juga ulama Madinah, jumlah tepatnya 6214 ayat. Lain lagi dengan pendapat Abu Ja&#8217;far, meski juga merupakan ulama Madinah, beliau mengatakan bahwa jumlah tepatnya6.210 ayat.</p>
<p>Menurut Ibnu Katsir, ulama Makkah mengatakan jumlahnya 6.220 ayat. Lalu &#8216;Ashim yang merupakan ulamaBashrah mengatakan bahwa jumlahnya jumlah ayat al-Quran ialah., 205 ayat.</p>
<p>Hamzah yangmerupakan ulama Kufah sebagaimana yang diriwayatkan mengatakan bahwa jumlahnya 6.236 ayat.</p>
<p>Dan pendapat ulama Syria sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yahya Ibn al-Harits mengatakan bahwajumlahnya 6.226 ayat.</p>
<p><strong>Mengapa Berbeda?</strong></p>
<p>Sebenarnya tidak ada yang beda di dalam ayat Al-Quran. Semua pendapat di atas berangkat dari ayat-ayat Al-quran yang sama.</p>
<p>Yang berbeda adalah ketika menghitung jumlahnya dan menetapkan apakah suatu potongan kalimat itu menjadi satu ayat atau dua ayat.</p>
<p>Ada orang yang menghitung dua ayat menjadi satu. Dan sebaliknya juga ada yang menghitung satu ayat jadi dua.</p>
<p>Padahal kalau dibaca semua lafadz Quran itu, semuanya sama dan itu itu juga. Tidak ada yang berbeda.</p>
<p>Lalu mengapa menjadi beda dalam menentukan apakah satu lafadz itu satu ayat atau dua ayat?</p>
<p>Jawabnya adalah dahulu Rasulullah SAW terkadang diriwayatkan berhenti membaca dan menarik nafas. Pada saat itu timbul asumsi pada sebagian orang bahwa ketika Nabi menarik nafas, di situlah ayat itu berhenti dan habis. Sementara yang lain berpandangan bahwa nabi SAW hanya sekedar berhenti menarik nafas dan tidak ada kaitannya dengan berhentinya suatu ayat.</p>
<p>Lagian, nabi SAW saat itu juga tidak menjelaskan kenapa beliau menarik nafas dan berhenti. Dan tidak dijelaskan juga apakah berhentinya itu menunjukkan penggalan ayat, atau hanya semata-mata menarik nafas karena ayatnya panjang.</p>
<p>Perbedaan dalam menghitung jumlah ayat ini sama sekali tidak menodai Al-Quran. Kasusnya sama dengan perbedaan jumlah halaman mushaf dari berbagai versi percetakan. Ada mushfah yang tipis dan sedikit mengandung halaman, tapi juga ada mushfah yang tebal dan mengandung banyak halaman.</p>
<p>Yang membedakanya adalah ukuran font, jenis dan tata letak (lay out) halaman mushaf. Tidak ada ketetapan dari Nabi SAW bahwa Al-Quran itu harus dicetak dengan jumlah halaman tertentu.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </em></p>
<p><strong>Ahmad Sarwat, Lc</strong></p>
<p><!--/htdig_noindex-->sumber:<a href="http://eramuslim.com" target="_blank">eramuslim.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=275&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/12/jumlah-ayat-quran-bukan-6666-ayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandailah Bersyukur</title>
		<link>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/05/pandailah-bersyukur/</link>
		<comments>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/05/pandailah-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pmdh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[PMDH]]></category>
		<category><![CDATA[PMDH online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pmdh.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Allah menjanjikan bahwa orang yang tidak mau bersyukur, maka nikmatnya akan berubah menjadi adzab yang pedih, minimal akan hilang ketentraman di hatinya. Misalkan hidung kita oleh Allah &#8216;di setting&#8217; tidak begitu mancung, tapi kita membandingkannya dengan yang mancung-mancung. Saat bercermin kan jadi tertekan, &#8220;Ini hidung atau kutil?&#8221; Padahal Allah yang menciptakan, pasti sarat dengan hikmah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=261&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah menjanjikan bahwa orang yang tidak mau bersyukur, maka nikmatnya akan berubah menjadi adzab yang pedih, minimal akan hilang ketentraman di hatinya.</p>
<p>Misalkan hidung kita oleh Allah &#8216;di setting&#8217; tidak begitu mancung, tapi kita membandingkannya dengan yang mancung-mancung. Saat bercermin kan jadi tertekan, &#8220;Ini hidung atau kutil?&#8221; Padahal Allah yang menciptakan, pasti sarat dengan hikmah. Punya hidung mancung juga kalau ujub malah jadi pamer, dipotret jadi miring terus. Kalau tidak berusaha mensyukuri yang ada, punya apa saja nggak akan nikmat.</p>
<p>Misalnya ada gelas berisi<span id="more-261"></span> air setengah. Kalau ahli syukur, &#8220;alhamdulillah masih ada setengahnya.&#8221; Tapi yang k<a href="http://pmdh.files.wordpress.com/2009/12/air-setengah-gelas.jpeg"><img class="size-full wp-image-263 alignleft" title="air setengah gelas" src="http://pmdh.files.wordpress.com/2009/12/air-setengah-gelas.jpeg?w=93&#038;h=117" alt="air setengah gelas" width="93" height="117" /></a>ufur nikmat, &#8220;Hah! Tinggal setengahnya!&#8221; Ini nggak enak, itu nggak enak. Tentu saja Allah murka sehingga menutup pintu rezeki lainnya. Sebaliknya, kalau bersyukur, maka akan mengundang pintu-pintu nikmat lainnya.</p>
<p>Misalnya istri sedang ngidam, kita mencari mangga ke sana sini nggak ketemu. Tiba-tiba lewat tukang mangga. &#8220;Ya Allah Engkau mudahkan dia datang, tidak perlu bayar parkir dan bensin.&#8221; &#8220;Berapa ini Bang?&#8221; tanya kita. &#8220;Enam ribu&#8221; kata abang penjual mangga. Lalu kita bilang &#8220;Sepuluh ribu, ya?&#8221; Nah, itu bersyukur.</p>
<p>Tapi kalau, &#8220;Dua ribu saja ya!?&#8221; Itu zalim, betapa sudah diberi</p>
<p>kemudahan oleh Allah dengan didatangkan tukang penjual mangga yang dengan susah payah dia memikulnya, sudah berat, panas, masih ditawar pula oleh kita. Bukankah setiap kemudahan itu datangnya dari Allah. Kalau tidak bersyukur, maka itulah yang akan menimbulkan fitnah dan masalah.</p>
<p>Oleh: Tim Jurnalis PMDH</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pmdh.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pmdh.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pmdh.wordpress.com&amp;blog=8155747&amp;post=261&amp;subd=pmdh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pmdh.wordpress.com/2009/12/05/pandailah-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c683b3e24e57eea91d15ad88d7859c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pmdh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pmdh.files.wordpress.com/2009/12/air-setengah-gelas.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">air setengah gelas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
